The Hidden
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Ka Na @garingkriukkress23

ISBN: Sedang Diajukan

Kertas: Book Paper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 300 Halaman

Synopsis

Suasana di ruangan ini terasa tegang. Semua orang menunggu reaksi yang akan diberikan seorang gadis berhijab dongker. Mereka menahan napas dengan perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Terutama seorang laki-laki berkulit sawo matang yang tangannya berkeringat dan terasa dingin, takut dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Apa ini?" tanya gadis berhijab dongker tersebut seraya menatap orang-orang yang berada di ruangan. "Ini pesantren, kan? Tempat untuk mencari ilmu agama Islam, tapi kenapa orang-orang di dalamnya pandai berbohong? Terutama kalian selaku keluarga yang memegang kendali pesantren ini. Apa di agama Islam diajarkan untuk membohongi orang?" tanya Dira dengan nada meremehkan.

"Dira!" seru Bilal yang merasa tidak terima keluarganya dituduh dan diremehkan seperti itu. Ia hendak menyanggah ucapan Dira, tapi tangannya disentuh lembut oleh Umma yang membuat Bilal menahan diri.

"Berapa uang yang udah kalian keluarkan untuk membayar orang yang mengedit video murahan kayak gitu? Itu video editan! Saya tau kalian berbohong!" seru gadis itu kembali dengan napas yang menderu. Dira tidak percaya sama sekali dengan pernyataan yang diberikan mereka semua beberapa menit lalu.

"Apa di sini kami terlihat seperti sedang berbohong, Dira? Apa kamu melihat sebuah kebohongan di mata kami?" tanya Bilal dengan nada suara yang lebih rendah dari sebelumnya.

"Kamu lihat lagi videonya dan perhatikan. Apa video ini benar-benar terlihat seperti editan?" tanya laki-laki berkulit sawo matang itu sembari memberikan ponselnya yang menampilkan sebuah video yang tidak Dira percayai keasliannya.

"Saya nggak percaya sama kalian semua," ucap Dira menggeleng angkuh.

Laki-laki berkulit sawo matang itu mengangguk, kemudian mengambil ponselnya, dan mencari sebuah kontak nomor telepon. "Baik, kalau kamu tidak percaya, kamu bisa tanya langsung sama papa kamu. Saya dan keluarga tidak pernah membohongi kamu atau siapa pun. Kebenaran akan dijawab oleh Papa." Abi memberikan ponselnya pada Dira dan gadis itu mengerutkan keningnya ketika melihat tulisan Papa di layar ponsel tersebut. Satu detik kemudian, terdengar suara seorang pria paruh baya yang suaranya begitu Dira kenali. Gadis itu dibuat membatu dengan ucapan dari papanya melalui sambungan telepon.

"Kenapa semua orang bohong sama aku?! Hal sebesar ini kalian sembunyiin dari aku?! Apa aku nggak berhak tau tentang diri aku sendiri? Ini hidup aku, aku berhak tau, Pa!" seru Dira marah dengan siapa saja, termasuk orangtuanya yang menyembunyikan rahasia sebesar ini darinya.

Apa yang dipikirkan semua orang dengan menyembunyikannya hal sebesar ini? Ini menyangkut dirinya, tapi dirinya tidak tahu apa pun. Apa ia tidak boleh mengetahui tentang dirinya sendiri? Kenapa dirinya tidak diberi tahu dan malah semakin disembunyikan berlarut-larut? Semuanya tidak adil! Tidak ada yang adil di dunia ini!

Ka Na @garingkriukkress23

Penulis