Capital Letters
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Jocelyn Suherman

ISBN: Sedang Diajukan

Kertas: Book Paper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 320 Halaman

Sinopsis

Shiloh berjalan masuk ke dalam taksi dengan kedua koper raksasanya. Hari ini adalah jadwal gadis itu berpindah tempat singgah setelah sebelumnya sempat tinggal di Kost-an Tante Luthfi selama kurang lebih satu tahun.

Gadis itu menyandarkan tubuhnya seraya melihat keluar jendela. Hingga handphonenya berdering. Shiloh pun mengangkatnya.

“Halo? Nak Shiloh?”

“Iya, Tan?”

“Nah, maaf ibu tidak bisa menyambut karena ada acara. Tapi nanti bakal ada dua penghuni lainnya kok. Kalau ada yang ingin ditanyakan, tanya saja ke mereka,” jelas Tante Dewi dari telefon. Shiloh pun mengiyakan, toh iya juga malas jika harus berbasa-basi lagi seperti waktu itu.

Karena jarak dari Kost-an Tante Luthfi dan Kost-an Orlando milik Tante Dewi tidak terlalu jauh, jadi saat ini taksi yang Shiloh tumpangi telah sampai di depan rumah minimalis tersebut.

Dipandanginya eksterior rumah tersebut secara seksama, sebelum akhirnya melangkah dengan penuh percaya diri.

Tok tok tok

“Iyaa?” pintu rumah itu terbuka, memunculkan seorang perempuan cantik berwajah oriental menyambut kedatangan gadis itu.

Matanya melebar saat mendapati Shiloh berdiri dengan kedua kopernya.

“Eh? Yang mau nge-kost di sini, ya?” tanya wanita yang akrab disapa Ci Metha tersebut.

Shiloh tersenyum. “Hehe, iya....”

“Ayo, ayo, masuk!”

Gadis itu pun masuk ke dalam rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya untuk beberapa waktu ke depan.

Matanya beredar kesana kemari, ia menarik nafas guna mencium aroma rumah yang begitu memanjakan. Kesan pertamanya terhadap rumah itu dapat dikatakan baik.

Hingga Metha mengarahkan Shiloh menuju kamar barunya. Kamar berukuran 3x3 meter itu terlihat begitu rapih dan berdih. Shiloh pun masuk ke dalamnya, seraya mendengarkan beberapa penjelasan dari Metha.

“Ini kamar kamu. Nanti kalo mau ke kamar mandi, kamar mandinya ada di luar. Tapi inget ya, kalo mandi atau kencing jangan lupa kunci pintu karena ada cowok juga yang ngekost disini...” jelas perempuan 23 tahun tersebut.

“O-oh? Ada cowok juga, kak?” tanya Shiloh.

Metha mengangguk. “Kamar dia di ujung sendiri sih. Kamar mandinya terpisah juga, tapi tetep aja buat jaga-jaga..”

“Ohh, oke oke. Berarti kalo aku taruh keperluan perempuan di toilet sini gapapa kan, ya?”

“Gapapa. Pembalut-pembalut aku juga aku taruh di toilet kok,” kata Metha.

“Oke, kak... Berarti itu aja kan ya?”

Jocelyn Suherman

Penulis