Deskripsi
Penulis: Revalina Naya
ISBN: Sedang diajukan
Kertas: Bookpaper 52 Gram
Ukuran: 13 x 19 cm / Doff
Jumlah Hal: BW 280 Halaman
Harga: -
Sinopsis
Malika Radiyah, 21 tahun, merasa frustrasi dengan dunia perkuliahan yang menururtnya sangatlah melelahkan. Karena banyaknya tuntutan tugas yang berakhir memberi tekanan pada pikirannya. Sampai pada suatu waktu, pikiran nyeleneh yang ada di kepalanya tentang ingin berhenti kuliah dan menikah lalu menjadi ibu saja tiba-tiba diwujudkan melalui sebuah kecelakaan.
Malika terbangun di tubuh seseorang yang jelas bukanlah miliknya. Terbangun dengan wajah orang lain yang diketahui sebagai Delilah membuat Malika bingung bukan kepalang. Dirinya lagi-lagi terkejut saat tahu ternyata sosok Delilah adalah seorang istri berusia 31 tahun dan seorang Ibu dari 2 putra, Abimanyu Jayantaka si putra sulung usia 11 tahun dan Abimana Jayantaka si bungsu usia 9 tahun.
Malika semakin pusing saat membaca sebuah pesan masuk yang ada di ponsel Delilah. Dari pesan yang masuk itu pula, Malika bisa menyimpulkan jika sosok Delilah mungkin bukanlah sosok Ibu yang hangat dan sebuah fakta yang ternyata dirinya (Malika) terlibat dalam sebuah kecelakaan tragis di hari yang sama. Di tengah kebingungan itu, Malika mencoba untuk mencari tahu lebih tentang bagaimana Delilah yang asli melalui buku diary nya dan memutuskan untuk merubah image Delilah menjadi Ibu yang penuh kasih sayang. Dibantu dengan adanya sosok Abraham Jayantaka, laki-laki 33 tahun, sosok suami dari Delilah yang tenang
Di awal masa adaptasinya menjadi Delilah, Malika dibawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan kesehatan karena didiagnosa oleh Hilman, seorang Dokter keluarga 34 tahun di kediaman Abraham sekaligus kakak ipar dari Abraham jika Delilah tengah mengalami shock berlebihan yang mengakibatkan Delilah melupakan memori tentang dirinya dalam sesaat. Selama di rumah sakit Malika melihat wajah yang tak asing di matanya. Mereka adalah sahabat Malika saat di kampus, Windy, gadis dengan rambut panjang sepinggang berusia 20 tahun; dan Gendis, gadis dengan rambut pendek sebahu berusia 21 tahun. Malika mulai mencari tahu apa yang sedang dilakukan oleh para sahabatnya itu. Masih dengan tubuh Delilah, Malika mendekati kedua gadis itu dan mendapatkan fakta tentang kondidi tubuh asalnya. Tubuh Malika dinyatakan mengalami kondisi Vegetatif Presisten.
Setelah sebulan berlalu tanpa ada petunjuk mengenai dirinya yang berpindah ke dalam tubuh Delilah, Malika mulai frustrasi. Malika memutuskan untuk mengaku pada Abraham jika dirinya bukanlah Delilah yang asli. Namun, Abraham menolak untuk percaya dan memutuskan untuk membawa dirinya ke seorang psikiater, Abraham menganggap jika dirinya sudah sangat mengkhawatirkan secara psikologis. Malika merasa tersinggung dan menyalahkan Delilah karena sudah mengakibatkan semua ini terjadi. Di rasa putus asanya itu, Malika melihat sosok Delilah yang datang padanya sampai kemudian Malika hilang kesadaran.
Di alam bawah sadarnya, Malika bertemu dengan sosok Delilah yang asli. Sosok Delilah mulai menceritakan semuanya, bagaimana awal hidupnya bisa menjadi seperti sekarang. Delilah merupakan sosok rapuh yang juga tidak pandai dalam mengungkapkan perasaan karena lingkungan ia tumbuh. Yang membuat Delilah menjadi bingung terhadap dirinya sendiri, hidup tanpa ada tujuan dan tanpa semangat.
Di titik paling rendah hidupnya, Delilah mendapati sosok Asrahan, seorang malaikat maut yang tiba dengan sebuah tawaran. Setelah mendengar itu semua, Malika kembali diberi tahu mengenai jangka waktu arwah Delilah di dunia akan segera berakhir yang membuat Malika harus menghadapi sebuah pilihan antara tetap hidup sebagai Delilah atau kembali sebagai Malika namun dengan kondisi yang tak bertahan lama. Setelah berpikir keras dan merasa bimbang, Malika memutuskan untuk hidup sebagai Delilah dan membiarkan raga Malika dinyatakan meninggal. Namun, ia meminta waktu untuk berpamitan kepada Ibunda dan kedua sahabatnya dengan dibantu oleh kekuatan Asrahan.
Setelah benar-benar hidup sebagai Delilah, ia pergi mendatangi makam Malika dan bertemu dengan Bu Merry, sang Ibunda Malika. Dirinya menawarkan sebuah pekerjaan tetap yakni menemani Abi dan Abim, yang sebenarnya bermaksud supaya ia bisa mengawasi kondisi Bu Merry secara dekat. Dalam perannya menjadi seorang ibu, Delilah dikejutkan dengan insiden Abim, sang anak kedua yang mengalami kecelakaan disekolah dan pengakuan Abraham yang tahu jika dirinya adalah Malika. Selama masa pemulihan Abim, secara tidak sadar Delilah menjadi lebih menaruh perhatian kepada Abim dan menimbulkan sedikit kecemburuan pada Abi.
Hubungan Abraham dan dirinya mulai semakin dekat dan ia baru menyadari apa yang terjadi pada Abi saat kedatangan Hilman dan Karissa, merupakan kakak perempuan Abraham sekaligus istri Hilman berusia 35 tahun ke kediamannya. >>> berisi puncak konflik 2 karakter utama.
Delilah berusaha untuk memperbaikinya dengan mengabulkan permintaan Abi. Di hari di mana dirinya memperbaiki masalah itu, Delilah dikejutkan dengan Abraham yang tiba-tiba hadir. Ia terkejut karena sebelumnya Abraham sudah bilang jika ia tidak akan bisa ikut, tapi dengan tiba-tiba lelaki itu ada di hadapan dirinya dan mengungkapkan kata cinta juga sebuah pilihan untuk mengubah identitas menjadi Diajeng Ayudisha. Alasannya adalah karena Abraham ingin memulai semuanya dari awal, ia merasa jika dengan terus menggunakan nama Delilah ataupun Malika dirinya akan terus berada dalam bayang-bayang masa lalu dan berat untuk mencintai dan itu akan menyakiti Malika, dan Malika juga setuju akan hal itu. Ia menerima untuk mengganti identitasnya, lagi. Dengan harapan ia bisa memulai kembali hidupnya dengan baik.
Maka dari itu, meski dengan paras yang sama tapi identitasnya telah berbeda. Tidak ada lagi istilah Malika yang bersemayam di tubuh Delilah ataupun tubuh Delilah dengan arwah Malika. Kini akan hanya ada satu nama yang dikenal, yakni Diajeng Ayudisha. Seterusnya, mereka semua hidup dengan baik, apalagi dengan adanya kehadiran Kirana Rajni Jayantaka putri kecil Abraham dan Ayudisha yang semakin melengkapi keluarga harmonis penuh hangat, cinta dan kasih sayang itu.
Revalina Naya
Penulis






