Di Balik Daun Bertepi Lima
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: SamastA

ISBN: Sedang diajukan

Kertas: Bookpaper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 200 Halaman

Harga: -

Sinopsis

Kisah Yang menceritakan tentang seorang remaja yang haus akan validasi bahwa semua kesuksesan yang diraih berasal dari merihnya kehidupan. Tanpa ia sadari tujuan  menyimpangnya yang membuatnya buta terhadap apa yang menjadi ketetapan Tuhan. Bahkan baginya Tuhan itu fana.

Pencarian jati diri membuahkan hasil yang nihil baginya, hingga terbaring tak berdaya. Intelegensi yang seakan sirna dari benaknya membuatnya bertanya tanya, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa dirinya kian menjadi seperti ini. Apakah karna dirinya yang mendustakan kalimat ilahi, ataukan niatnya yang salah sehingga membuatnya menzalimi diri sendiri.

Kehidupan dengan segala obsesi yang membuatnya menjadi suatu hal yang selalu ditangisi, meringis mencari pembenaran terhadap gejolak api yang ada di dalam hati. Membuatnya menyayat diri, dengan luka yang selalu timbul dimalam hari. Membuat nya seakan tak layak untuk hidup lagi dan ingin rasanya mengakhiri.

Hingga terbaring di ranjang Rumah Kejiwaan yang membuatnya semakin yakin bahwa sesuatu sedang terjadi. Kesadaran akan Ujian tuhan yang menimpanya. Membuatnya semakin marah, karena dirinya merasa tidak pernah melakukan sesuatu yang salah.

“Wahai Tuhan, Inikah pelajaran yang engkau berikan? Atau Anugerah? Tolong jawab aku. Aku kian tak berdaya”. Impian nya untuk mendapatkan intelegensi yang kekal. Seakan lenyap, dan malah membuatnya menjadi seseorang yang hampir tidak berakal. Akan kah menerima semua takdir tuhan? Ataukah membantah ketetapannya?

Sampai ia bertemu dengan gadis yang membuat nya jatuh cinta. Hingga menaruh hati padanya. Dan membawa dirinya kembali kepada kebenaran.

Sadar bahwa semua yang diberikan pasti mendapatkan balasan. Entah sekarang, Entah nanti. Kalimat kalimat Doa yang dipanjatkan untuk mengetuk pintu langit. Kadang ia lupa. Kadang pula ia ingat. Membuat semuanya terasa begitu hikmat.

Ketika dirinya seakan memeluk Tuhan dengan erat. Melalui setiap sujudnya. Bertanya apakah hamba sudah cukup bertaubat? Wahai pemilik jiwa. Terimakasih atas karunia berupa pernikahan yang menjadikan diriku merasa mendapatkan kebahagiaan yang abadi. Terhadap hadirnya wanita yang kian menjadi tempatku bersimpuh kembali. Bersamanya menuju tempat kediaman yang agung. Disurga yang kami nanti.

SamastA

Penulis