Were Vamp
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Pinkishdelight

ISBN: Sedang Diajukan

Kertas: Book Paper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 320 Halaman

Synopsis

Aku cantik.

Ya, walaupun aku berhenti jadi vampir sejak dua tahun yang lalu, tapi kecantikan vampirku tidak menghilang. Lebih tepatnya, hanya kecantikanlah satu-satunya keistimewaan vampirku yang tersisa.

Menurutku, cukup cantik untuk jadi pemeran figuran drama walaupun sampai sekarang belum ada yang menawariku berakting. Bercanda. Kurasa aku tidak berbakat akting. Sebenarnya bisa saja sekolah, tapi aku tidak berminat. Oh, iya, pendidikan adalah satu-satunya hal yang paling kubenci dari kehidupan manusia. Bukan karena aku bodoh, tapi aku bosan mengulang materi yang sama selama ratusan kali.

Namaku Sharon. Itu nama vampirku—sebenarnya—tapi terlalu menyusahkan kalau harus kuganti. Kadang, orang melafalkannya jadi Saron. Tapi kalau boleh jujur, aku suka dipanggil Ron saja. Iya, panggil aku begitu dan anggap diri kalian adalah Harry atau Hermione.

Aku sekolah di Sekolah Musik Nasional tahun terakhir, konsentrasi komposer musik. Semua orang yang kenal aku di sekolah tidak ada yang tahu bahwa aku werevampmantan vampir. Kalian tidak salah dengar, kok. Makhluk semacam kami memang ada. Semakin sedikitnya populasi vampir di dunia bukan hanya karena saling bunuh dan memang bosan hidup, beberapa vampir memilih jadi manusia.

Kalian pikir jadi vampir itu keren?

Oke, memang keren, tapi repot. Sangat-sangat repot. Kalian akan tahu sendiri nanti. Setahuku, masih ada cukup banyak vampir di Kota Louse dan sekitarnya. Tapi, saat ini aku satu-satunya werevamp yang masih hidup di Negara Lushiulor. Yang lain sudah mati karena termakan berumur.

Hidup sebagai manusia biasa sebenarnya tidak lebih menyenangkan daripada jadi vampir, tapi aku punya alasan kuat kenapa aku tidak mau lagi jadi vampir. Tidak banyak yang memilih jalan jadi werevamp karena prosesnya menyakitkan dan sulit. Lagi pula, tidak ada werevamp yang mau menunjukkan identitas aslinya karena itu sama saja dengan bunuh diri.

Sore ini, aku sedang berjalan dari sekolah sendirian menuju halte bus terdekat. Ada kelebatan angin aneh sebelum sebuah suara memanggil namaku dari belakang. Aku tidak mengenalnya, tapi aura vampir terasa sangat kuat. Bahaya mendekat, aku sadar benar.

Pinkishdelight

Penulis