{"id":748,"date":"2023-09-22T06:53:42","date_gmt":"2023-09-22T06:53:42","guid":{"rendered":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/?p=748"},"modified":"2023-09-22T07:27:13","modified_gmt":"2023-09-22T07:27:13","slug":"metamorfosa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/metamorfosa\/","title":{"rendered":"Metamorfosa"},"content":{"rendered":"\n\n\n\n\n\n\n\n\n<p style=\"text-align: center\"><strong><span style=\"background-color:#\"><span style=\"font-size: large\">Deskrip<span><\/span>si<\/span><\/span><br><\/strong><\/p>\n\n\n<p><strong>Penulis<\/strong>: YTRMAAYYY<br><\/p>\n<p><strong>ISBN: <\/strong>Sedang diajukan<br><\/p>\n<p><strong>Kertas<\/strong>: Bookpaper 52 Gram<\/p>\n<p><strong>Ukuran<\/strong>: 13 x 19 cm \/ Doff<\/p>\n<p><strong>Jumlah Hal<\/strong>: BW 280 Halaman<\/p>\n<p><strong>Harga<\/strong>: &#8211;<br><\/p>\n\n\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Sinopsis<\/strong><\/p>\n\n<p style=\"text-align: justify\">Setelah selesai dengan seragam putih biru yang sudah menemani selama tiga tahun lamanya, sekarang waktunya untuk mengganti seragam dengan putih abu-abu. Konon katanya, masa putih abu-abu inilah yang akan sangat berkesan nantinya, karena di sini kita mulai dibentuk perlahan menjadi sosok pribadi yang lebih dewasa dan berani memilih sendiri keputusan untuk masa depan. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Murid baru di SMA GARDENIA diminta untuk menggunakan baju putih abu dengan beberapa atribut lain, seperti topi dengan bola yang dibelah dua, papan nama menggunakan kardus bekas, dan tali rafia sebagai ikat pinggang. Tidak lupa dengan pita berwarna-warni sebagai ikat rambut untuk perempuan. Mereka harus menggunakan atribut aneh itu selama tiga hari berturut-turut.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Tak terasa, mereka akhirnya sampai di hari terakhir MOS atau Masa Orientasi Siswa, kegiatan umum yang biasanya dilakukan sekolah sebagai perkenalan untuk siswa-siswi baru. Hari ini, tugas mereka adalah meminta tanda tangan 15 kakak-kakak OSIS. Bagi yang tidak mendapat tanda tangan dengan lengkap, akan dikenai hukuman yang masih dirahasiakan. Semua murid baru pun segera mencari 15 orang kakak OSIS itu yang sudah berpencar di area sekolah dengan berbekal nama panjang para OSIS.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Seorang gadis berjalan menelusuri koridor kelas dengan santai. Sesekali ia memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan di kaca jendela kelas karena tadi sempat berlari ke sana kemari meminta tanda tangan para OSIS. Sepatu pink-nya melangkah santai, bahkan gadis itu bersenandung kecil. Ia gadis dengan papan nama Aasfa Zapiti, sudah mendapatkan 14 tanda tangan OSIS, dan sekarang hanya tinggal Kak Salsa yang akan ia minta tanda tangan. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Tak jauh dari tempatnya berjalan, Piti melihat kakak OSIS yang sedang dicari. Ia bisa langsung mengenali karena beberapa dari teman sesama murid baru sedang meminta tanda tangan Kak Salsa sambil memanggil namanya. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cKak Salsa, giliran aku.\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cAku juga, Kak Salsa, minta tanda tangannya.\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">Piti menggeleng pelan melihat mereka rebutan. Lebih baik Piti menunggu agak sepi, baru ia akan meminta tanda tangan Kak Salsa. Beberapa menit menunggu antrian semakin pendek, barulah di sana Piti berjalan menghampiri. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cEmpat orang lagi, setelah itu saya tidak menerima tanda tangan,\u201d ucap Kak Salsa membuat langkah Piti segera berlari mendekat. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cMampus!\u201d desis Piti. Kalau gak dapet tanda tangan Kak Salsa, bisa-bisa gue dihukum! Ia pun menghitung dalam hati dari barisan pertama dan Piti sekarang berada di barisan keempat yang artinya ia-lah orang terakhir yang akan mendapat tanda tangan Kak Salsa.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Bertepatan dengan Piti yang ikut bergabung dalam barisan, seorang laki-laki yang entah datang dari mana asalnya, tiba-tiba langsung menyenggol badan Piti sehingga Piti terempas dari barisan. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cAnjir!\u201d Piti langsung menoleh ke arah laki-laki itu. Ia balik mendorong badannya sehingga laki-laki itu kini yang tergusur. Enak aja langsung nyerobot! Apa gak liat di sini udah ada orang!?<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cBiasakan mengantre! Gue udah duluan dari tadi di sini!\u201d sinis Piti lalu tak sengaja matanya membaca nama yang ada di papan nama laki-laki itu. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Abimanyu Kivandra.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Abim mendorong badan Piti untuk minggir. \u201cUdah jelas-jelas gue yang duluan dateng! Lo minggir sana!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue yang nyampe duluan dan lo yang harusnya minggir!\u201d Piti balik mendorong badan laki-laki itu cukup kuat sehingga hampir membuat keseimbangan badan Abim hilang. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Semua mata sekarang tertuju pada mereka berdua. Abim yang sudah kesal, refleks menarik rambut Piti dan Piti pun langsung membalas menarik rambut Abim.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cLepasin rambut gueeee!\u201d teriak Piti.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cLo yang duluan lepasin rambut gue!\u201d balas Abim berteriak.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cLo duluan, cowok aneh!\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cLo duluan, cewek nyebelin!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">Tidak ada dari mereka yang melepaskan cengkeraman tangan dari rambut, tak peduli sudah ramai ditonton anak-anak yang ada di sana, dipisahkan oleh Kak Salsa dengan ancaman tidak akan dapat tanda tangan, sampai guru BK akhirnya menyeret mereka berdua ke ruang BK. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Di sinilah mereka sekarang dengan rambut yang sama-sama berantakan. Duduk di depan seorang guru laki-laki yang umurnya sudah cukup tua. Januari Februari, itulah nama yang tertulis di dada sebelah kiri beliau. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Abim yang membaca nama itu refleks menyengir. Gokil, namanya lucu.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cSekarang bukan waktunya untuk tersenyum!\u201d omel Pak Januari saat menyadari Abim yang cengar-cengir. Ia membuang napas berat. Awalnya beliau pikir, di angkatan kali ini tidak ada yang membuat ulah dan menambah pekerjaannya di BK, tapi ternyata baru tiga hari menjadi murid baru di SMA GARDENIA, dua anak ini sudah muncul di depannya. \u201cKenapa kalian berdua bisa berantem seperti itu?\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">Abim dan Piti langsung menunjuk satu sama lain. \u201cDia yang duluan, Pak!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">Piti menginjak kaki Abim membuat laki-laki itu meringis kesakitan. \u201cLo yang duluan, ya!\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cUdah, udah. Sekolah itu tujuannya untuk belajar, jangan malah berantem! Kalian ini masih jadi murid baru, perjalanan kalian masih sangat panjang,\u201d nasihat Pak Januari, lalu menatap Abim. \u201cKamu juga, laki-laki masa berantem lawan perempuan!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cDia boti kali, Pak, makanya cuma berani sama perempuan,\u201d sahut Piti asal yang tentu saja membuat Abim menatap Piti kesal bukan main. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Piti yang sadar akan tatapan Abim, ikut menoleh. \u201cApa? Tersinggung lo dibilang begitu???\u201d tanya Piti dengan nada yang agak tinggi.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cAsal lo tau, gue itu masih normal dan gue juga masih suka sama perempuan, tapi bukan perempuan kayak lo!\u201d tegas Abim penuh penekanan. Gadis ini hanya belum saja melihat otot sixpack yang dimiliki Abim!<\/p><p style=\"text-align: justify\">Piti terkekeh. \u201cKalau lo emang gak boti, seharusnya lo gak perlu tersinggung! Lagian, gue juga gak mau disukain sama cowok kayak lo. Gak jelas!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue juga mikir seribu kali kalau mau suka sama lo.\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue juga gak berharap disukain sama cowok kayak lo. Males!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue juga males sama lo!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue lebih males!\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">Sebelum perkelahian antara mereka memanjang, Pak Januari menggebrak meja membuat keduanya refleks berhenti berdebat. \u201cSaya membawa kalian ke sini bukan untuk melanjutkan perdebatan kalian yang tadi!\u201d Pak Januari berdecak. \u201cKalian masih ingin sekolah di sini atau saya keluarkan?!\u201d tegasnya karena kesabarannya sudah di luar kendali.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Abim dan Piti perlahan mengangguk. \u201cMasih, Pak\u2026,\u201d jawab mereka dengan nada pelan.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cKalau masih, berhenti berantem! Kalau saya mendengar kalian ribut lagi, saya akan laporkan kalian ke kepala sekolah biar kalian yang langsung berhadapan dengan beliau!\u201d ancam Pak Januari.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Setelah mendapat nasihat dari Pak Januari dan pura-pura berbaikan di depan guru itu, mereka akhirnya keluar ruangan dengan masih saling dorong dan senggol satu sama lain. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGara-gara lo, gue jadi masuk BK dan gak jadi menikmati masa MOS dengan indah!\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">Abim yang masih berdiri di samping gadis itu, terkekeh dan menoleh ke arah Piti. Ia membaca nama gadis itu. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Aasfa Zapiti. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Sejak tadi berkelahi dengan gadis ini, baru sekarang Abim mengetahui nama panjangnya.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cLo pikir, lo sendiri yang masuk BK? Gue juga!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cTapi ini pertama kalinya buat gue masuk BK selama gue hidup di dunia,\u201d oceh Piti. <\/p><p style=\"text-align: justify\">Sejak dari SD bahkan sampai SMP, Piti tidak pernah yang namanya membuat ulah sampai masuk ke BK. Ia sangat menjauhi hal itu karena tujuannya sampai SMA adalah ia tidak mau namanya tertulis di buku kasus. Namun, semua itu sirna setelah ia masuk SMA. Di hari ia masih menjadi murid baru, namanya sudah tercatat di buku kasus karena perkelahian. Dan, itu semua gara-gara laki-laki menyebalkan yang ada di sampingnya ini. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue juga anak baik-baik,\u201d ucap Abim.<\/p><p style=\"text-align: justify\">Piti memperhatikan penampilan Abim dari bawah sampai atas dan berhenti di wajahnya. Piti akui laki-laki ini tampan, tapi itu menjadi minus karena ia menyebalkan. Dari wajahnya juga, ia sepertinya bukan anak baik-baik seperti apa yang dikatakannya tadi. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cBaik dari mananya? Muka lo aja kayak muka langganan guru BK,\u201d ucap Piti blak-blakan. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cLo gak punya kaca di rumah?!\u201d tanya Abim merujuk pada wajah Piti yang juga terlihat mirip seperti anak langganan guru BK.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cPunya, dan gue udah ngaca tiap detik dan tiap menit. Muka gue itu cantik, aura gue juga baik hati seperti Ibu Peri!\u201d jawab Piti percaya diri.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cKaca lo pasti rusak.\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cMaksud lo, gue jelek?\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cGue gak pernah bilang gitu, lo yang nyimpulin sendiri.\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cTapi kesimpulannya lo emang ngatain gue jelek!\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cYa udah, kalau lo ngerasa.\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">Kesal mendapat jawaban itu, Piti langsung menginjak lagi kaki Abim membuat laki-laki itu meringis kesakitan.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cKebiasaan banget lo suka injak kaki!\u201d Ia menunduk memegang kakinya yang berdenyut. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cBodo amat! Siapa suruh lo nyebelin?!\u201d <\/p><p style=\"text-align: justify\">Saat sedang berkelahi, keduanya tiba-tiba merasakan aura yang berbeda dari arah samping. Mereka lupa jika sejak tadi mereka masih berada di depan ruang BK. Pelan keduanya menoleh dan menemukan Pak Januari menatap mereka dengan tatapan yang seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.<\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cPergi dari hadapan Bapak sekarang juga atau kalian Bapak laporkan ke kepala sekolah!\u201d ancam Pak Januari dengan nada yang ditekankan. <\/p><p style=\"text-align: justify\">\u201cJANGAN, PAKKK!!!\u201d<\/p><p style=\"text-align: justify\">Abim dan Piti dengan segera menggeleng dan bubar dari hadapan Pak Januari. Piti berlari ke kiri dan Abim ke kanan.<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n<p style=\"text-align: center\"><strong style=\"font-size: large\">YTRMAAYYY<\/strong><br><\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n<p style=\"text-align: justify\">Penulis<br><\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":2,"featured_media":752,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=748"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":756,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/748\/revisions\/756"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/media\/752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}