{"id":1390,"date":"2026-07-22T01:54:04","date_gmt":"2026-07-22T01:54:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/?p=1390"},"modified":"2026-07-22T01:54:04","modified_gmt":"2026-07-22T01:54:04","slug":"jalan-pulang-tempat-untuk-kembali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/jalan-pulang-tempat-untuk-kembali\/","title":{"rendered":"JALAN PULANG : TEMPAT UNTUK KEMBALI"},"content":{"rendered":"\n\n\n\n\n\n\n\n\n<p><strong><span style=\"background-color:#\"><span style=\"font-size: large\">Deskripsi<\/span><\/span><br><\/strong><\/p>\n\n<p><strong>Penulis<\/strong>: Rahmi Amanda Sakinah Nasution (AMI RAHMI)<br><strong>ISBN: Sedang Diajukan&nbsp;<br>e-ISBN : Sedang Diajukan&nbsp;<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kertas<\/strong>: Bookpaper 52 Gram<\/p>\n<p><strong>Ukuran<\/strong>: 13 x 19 cm \/ Doff<\/p>\n<p><strong>Jumlah Hal<\/strong>: BW 302 Halaman<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>PROLOG<br><br><\/strong><span style=\"font-family: Calibri, sans-serif;font-size: 9pt;font-style: italic;white-space: pre-wrap;text-indent: -0.1pt\"><\/span><\/p><span style=\"font-size:medium\"><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Maret, 2010<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cSusu ibu hamil yang aku beli kemarin ada yang hilang,\\&#8221; ujar Andin pada seluruh keluarga. Susu khusus untuk ibu hamil itu baru Andin beli dua hari yang lalu. Namun, jumlahnya sudah berkurang satu padahal ia belum membuka kaleng yang baru.<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cHilang? Dicuri maksudnya?\u201d tanya Margaretha, mertua perempuan Andin yang memiliki darah keturunan Belanda.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cIya, Ma, dicuri,\u201d jawab Andin penuh keyakinan.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Pencurian susu ibu hamil. Memang terdengar aneh dan tidak mungkin, tetapi hal ini memang benar terjadi. Bukan tanpa alasan Andin mengatakan susu ibu hamil yang dibelinya telah dicuri. Andin menyaksikan dengan mata dan kepalanya sendiri susu itu diambil oleh asisten rumah tangganya yang juga tengah hamil muda seperti dirinya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cSiapa yang mau ambil barang receh seperti itu? Mungkin kamu lupa menaruhnya di mana.\u201d Antonio memberi sugesti positif pada istrinya. Hormon ibu hamil memang tidak bisa diprediksi. Tiba-tiba merasa sedih, marah, bahkan curiga seperti sekarang.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cTapi aku lihat Marni yang ambil!\u201d Andin coba menegaskan kejadian yang dilihatnya beberapa menit lalu.<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cMarni? Dia dan suaminya bekerja di rumah ini bukan baru hitungan bulan, tapi sudah beberapa tahun. Selama ini kita enggak pernah kehilangan barang,\u201d jawab Antonio. Ia bukan ingin membela Marni dan sang suami, tetapi sebagai kepala keluarga, Antonio cukup ketat mengawasi orang-orang di rumah ini, termasuk asisten rumah tangga dan sopir mereka itu.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Marni dan Ginanjar mulai bekerja dengan keluarga Jagadhita sekitar tiga tahun yang lalu. Pasangan suami-istri itu terpaut umur yang tidak jauh dengan sang majikan. Sama seperti Andin, Marni juga tengah hamil muda. Marni dan Ginanjar memang tinggal di rumah ini dan diberi fasilitas kamar yang cukup untuk berdua. Keberadaan Marni membuat rumah ini jadi menampung dua ibu hamil.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cTapi, faktanya susu itu benar-benar diambil sama Marni!\u201d kata Andin tanpa ragu.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Sebagai seorang wanita yang lebih tua, Margaretha merasa harus memberi pandangan. \u201cMungkin Marni sengaja ambil susu itu bukan bermaksud untuk mencuri. Sebagai seorang ibu, dia ingin memberikan yang terbaik untuk anak yang dikandungnya. Perbuatannya tidak dibenarkan, tapi mungkin naluri ibu muda yang mendorongnya,\u201d ucap Margaretha, mengingat masa-masa mudanya dulu yang begitu menggebu-gebu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cAku paham, Ma. Tapi, andai Marni minta dengan cara baik-baik, aku enggak mungkin tolak. Bahkan aku bisa berbagi lebih dari sekadar susu ibu hamil untuk Marni,\u201d balas Andin.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cYa, tapi mau bagaimana lagi? Agak memprihatinkan hamil dengan himpitan ekonomi.\u201d balas Margaretha seraya menghela napas panjang.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cPanggil Marni dan Ginanjar kemari.\u201d Lelaki yang sedari tadi diam itu akhirnya buka suara. Beliau adalah Prabu Jagadhita, kepala keluarga Jagadhita dan ayah dari Antonio. Beliau adalah pemilik perusahaan konstruksi terbesar di negara ini. Perusahaannya sering bekerja sama dengan pemerintah dan dipercaya memegang proyek nasional skala besar. Bisnis yang beliau bangun bukan dalam waktu singkat, butuh puluhan tahun untuk sampai di titik bergelimang harta. Kekayaan itu membuat keluarga mereka selalu menjadi sorotan media.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cSudahlah, enggak perlu diperpanjang,\u201d kata Antonio.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cPanggil mereka!\u201d debat Prabu pada putranya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Marni dan Ginanjar datang tak lama kemudian. Mereka berdiri dengan kepala menunduk di hadapan seluruh keluarga Jagadhita. Marni menangis tersedu-sedu setelah mendengar alasan mereka diminta menghadap malam ini. Berulang kali Marni mengucapkan kata maaf, terkhusus pada Andin. Sementara Ginanjar yang tidak tahu perbuatan istrinya bingung harus membela diri seperti apa.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cPak, Bu, saya minta maaf atas nama istri saya.\u201d ucap Ginanjar sambil menekuk lututnya. Ia berusaha meminta kerendahan hati keluarga Jagadhita.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cKamu tidak membelikan susu hamil untuk istrimu? Kamu tidak memberikan gizi yang cukup selama masa kehamilannya?\u201d tanya Antonio dengan serius.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cSudah, Pak. Sudah. Saya sudah belikan susu ibu hamil untuk istri saya, tapi tidak sebaik milik Ibu Andin. Uang gaji kami harus dibagi dengan biaya persalinan, biaya pakaian, dan biaya lain setelah melahirkan nanti. Saya sudah mengusahakan yang terbaik.\u201d Bibir Ginanjar gemetar menjelaskan kondisi mereka.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cSa\u2014 saya cuma mau anak saya merasakan seperti apa yang dirasakan anak Ibu Andin. Menikmati susu mahal dan makan bergizi. Maaf saya lancang. Maaf.\u201d Marni terisak pilu, siapa saja yang mendengarnya akan merasa iba.<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Andin beranjak dari sofa, menghampiri Marni yang tak berani mengangkat wajah. Marni berdiri dengan badan gemetar. Pakaian lusuh Marni membuat perasaan iba Andin semakin besar.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cMarni, harusnya kamu bilang kalau mau susu ibu hamil. Atau kamu mau makanan yang bergizi. Kamu tinggal ngomong. Enggak perlu kamu ambil diam-diam sampai jadi keributan begini. Kamu tinggal di rumah ini sudah tiga tahun. Kamu sudah saya anggap seperti saudara sendiri. Anak dalam kandunganmu juga saya anggap sebagai anak saya juga, jadi dia berhak mendapatkan yang terbaik.\u201d Andin berdiri tepat di depan Marni sambil memberikan pengertian bahwa Marna tidak perlu sungkan.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cMaaf, Bu.\u201d Marni masih tak berani menatap majikannya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cMarni, kamu tidak perlu pusing masalah anak dalam kandunganmu itu. Sudah, masalah persalinan kami yang akan biayai di rumah sakit yang sama dengan menantu saya, bahkan dengan fasilitas yang sama. Saya kasihan lihat kamu dan anakmu. Kalau ada masalah, cerita pada kami,\u201d jelas Margaretha.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Marni mengangguk. Senyum perlahan memancar di wajahnya.<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cSaya juga kasihan sama kamu, Marni. Nanti kalau saya belanja perlengkapan bayi, saya juga akan belikan untuk kamu juga. Jadi anak-anak kita menggunakan barang yang kembar. Pasti lucu.\u201d Andin membesarkan hati Marni.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Lagi-lagi Marni mengangguk dengan senyum yang kian lebar. \u201cTerima kasih, banyak, Bu!\u201d&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cAnak kamu juga akan merasakan hal yang sama seperti anak saya.\u201d Andin tersenyum tulus pada pembantu rumah tangganya itu.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cMaaf, Bu, saya jadi merepotkan begini. Bahkan untuk keperluan anak ini saya harus menyusahkan keluarga Ibu Andin.\u201d Marni menyesali ketidakmampuan ekonominya dan sang suami.<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Seorang anak tidak dapat memilih akan dilahirkan di keluarga yang mana. Tidak bisa memilih miskin atau kaya. Tidak bisa meminta orangtua yang mapan atau kekurangan. Terdengar tidak adil, tetapi begitulah cara takdir bekerja.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><b style=\"font-weight:normal\" id=\"docs-internal-guid-2f72482a-7fff-45d0-3035-0d7fa06d5368\"><br><\/b><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-align: center;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:700;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">***<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Tangan Marni mengusap perutnya yang sedikit membuncit dengan gerakan halus. Matanya menatap jam dinding yang bergerak sesuai dengan ritme. Pandangannya kosong. Ada banyak gejolak yang tersimpan pada kedua bola mata Marni. Ada sudut hati Marni yang terluka begitu dalam karena kejadian hari ini.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cBapak.\u201d Marni memanggil suaminya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Ginanjar yang sedang berbaring memunggungi Marni enggan untuk berbalik. Mata Ginanjar tak kunjung terpejam meskipun hari sudah sangat larut.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cBapak dengar apa kata mereka tadi?\u201d tanya Marni.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Ginanjar lagi-lagi tidak menjawab.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cKasihan,\u201d ucap Marni dengan bibir bergetar. \u201cMereka kasihan sama anak ini, Pak, karena punya orang tua seperti kita. Anak ini enggak beruntung punya orang tua miskin. Anak ini harusnya hidup enak seperti anak Ibu Andin. Anak ini harusnya minum susu mahal, makan makanan bergizi, baju-baju mahal. Tapi, kita enggak mampu buat kasih semua itu. Anak ini sial sekali.\u201d&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cMarni!\u201d Ginanjar beranjak bangun. Berteriak marah pada istrinya yang silau pada kehidupan majikan mereka.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Marni menangis kencang. Perasaan Marni terasa penuh hingga menimbulkan sesak pada ulu hatinya. Marni menyesali takdirnya yang tidak bisa menjadi ibu yang baik seperti Andin.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cAnak ini enggak beruntung punya orang tua seperti kita,\u201d ucap Marni di antara isakannya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Pikiran Ginanjar kusut mendengar tangisan istrinya. Air mata menumpuk di sudut mata pria bertubuh kurus itu. Helaan napas panjang dan berat terdengar dari celah bibir Ginanjar, menggambarkan betapa berat bebannya sebagai seorang ayah yang miskin.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cTakdir anak ini enggak beruntung. Anak ini enggak beruntung,\u201d racau Marni berulang-ulang.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Ginanjar bangun dari ranjang. Dia berdiri di dekat jendela menatap halaman belakang rumah keluarga Jagadhita. Pikirannya berkecamuk.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cAnak ini terlahir jadi anak pembantu. Anak babu.\u201d&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Air mata Ginanjar akhirnya jatuh saat mendengar istrinya mengatakan <\/span><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:italic;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">anak babu<\/span><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">. Ini bukan pekerjaan haram. Menjadi seorang pembantu rumah tangga bukan sebuah kejahatan. Menjadi anak supir bukan hal yang memalukan.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Namun, menjadi anak seorang pengusaha kaya lebih terdengar hebat. Siapa pun akan merasa beruntung menjadi bagian dari keluarga Jagadhita, bukan anak supir dan pembantu.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cAnak ini harus jadi anak yang beruntung.\u201d Suara Ginanjar terdengar dalam.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">Hening untuk sesaat. Tangisan Marni terhenti mendengar kalimat suaminya.&nbsp;<\/span><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><\/p><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt\"><span style=\"font-size:12pt;font-family:&apos;Times New Roman&apos;,serif;color:#000000;background-color:transparent;font-weight:400;font-style:normal;font-variant:normal;text-decoration:none;vertical-align:baseline;white-space:pre;white-space:pre-wrap\">\u201cKita ubah takdir anak ini menjadi beruntung,\u201d lanjut pria itu.<\/span><\/p><\/span><span id=\"docs-internal-guid-49f3438e-7fff-e608-5446-bbe17f471551\"><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.3800000000000001;margin-left: -0.1pt;text-indent: -0.1pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;padding:0pt 0pt 0pt 0.1pt\"><span style=\"font-size: 9pt;font-family: Calibri, sans-serif;font-variant: normal;vertical-align: baseline;white-space: pre-wrap\"><\/span><\/p><\/span><span id=\"docs-internal-guid-72cfc082-7fff-48ce-d4dd-b7cb122ce179\"><p dir=\"ltr\" style=\"line-height:1.7999999999999998;text-align: center;background-color:#ffffff;margin-top:12pt;margin-bottom:0pt;padding:0pt 0pt 12pt 0pt\"><span style=\"background-color: transparent;font-size: 12pt;text-indent: 36pt\">***<\/span><br><\/p><\/span><p><\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n<p>Rahmi Amanda Sakinah Nasution (AMI RAHMI)<\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n<p>Penulis<br><\/p>\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":2,"featured_media":1391,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-buku-buku"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1390"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1394,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1390\/revisions\/1394"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1391"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ptsembilancahayaabadi.com\/catalogue\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}