RANDHIKA & BINAR
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Naysilla Aprilliani (Gisela Orealine @ISEL2ND)
ISBN: Sedang Diajukan 
e-ISBN : Sedang Diajukan 

Kertas: Bookpaper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 302 Halaman

SINOPSIS 

Perkenalkan, gue Randhika Subagja Boerman. Tenang, bukan tokoh penting, bukan juga orang berpengaruh. Gue cuma manusia yang punya banyak kemauan. Meski dari kecil sering dimanja, tapi gue bukan anak papi I dan mami I. Yaa, meskipun gue nyebutnya gue emang manggil papi dan mami, sih, biar keren aja.

Gue itu anak yang punya jiwa bebas. Beda banget dari kakak dan adik gue. Gue kenalin dulu, deh, keluarga gue. Gue anak pertama dari Mami dan papi gue yang bernama Jeremiah Daniel Boerman. Tapi, gue anak kedua dari mami gue, Gadisa Adreena Kusuma. Bingung, kan, kenapa gue anak kedua? Nggak usah mikir aneh-aneh. Dulu mami gue pernah nikah muda dan lahirlah kakak gue atau yang sering gue panggil A Farhan Persib. Padahal nama aslinya padahal bagus, Farhan Raditya Mahendra. Cuma karena darah dia mengalir darah Persib dan mukanya kayak stadion Gelora Bandung Lautan Api, jadi gue panggil gitu. Gue juga masih punya adik yang beda tiga tahun di bawah gue, namanya Raden Subagja Boerman. Nggak usahlah banyak-banyak informasi dia. Nggak penting.

Kalau kalian lihat hidung gue yang mancung ini, jangan naksir, ya. Gue emang ada spek VOC-nya dikit karena bokap blasteran Belanda-Indonesia. CUMA kalau di rumah, kami cuma pakai dua bahasa aja, Inggris dan Indonesia. Kecuali Aa gue. Dia sering ngobrol pake bahasa Sunda sama nyokap.

FYI, gue itu lahir tanggal 20 Maret ketika nyokap lagi nyelesain S2 di ITB. Iya, gue lahir di Bandung, tapi ketika gue umur 8 tahun, kami sekeluarga pindah ke Australia karena bokap gue mengurus restoran dan bisnisnya di sana. Pindahan itu tanpa A Farhan karena dia tinggal sama papanya di Bandung dan sekarang A Farhan udah tinggal di Yogyakarta karena kuliah.

Tinggal selama 10 tahun di sana membuat gue ngalamin banyak hal. Cara bersosialisasi, berbudaya, beretika, sampai bersikap, bikin gue merasa berbeda dengan di Indonesia. Kultur di Australia beda banget. Di Sydney, gue merasa bebas. Beda dengan Indonesia.

Saat gue merasakan perbedaan signifikan itu, tiba-tiba bokap dan nyokap gue ngelakuin satu hal paling gila menurut gue. Dia mau kami pindah ke Indonesia dan menetap di Bandung. 

***

Naysilla Aprilliani (Gisela Orealine @ISEL2ND)

Penulis