POS 911
Buy This Book

Deskripsi

Penulis:
1. Windi Sulistriani
2. Putri Nuryah A (Aloisiatherin) 
3. Rahmanida 

ISBN: Sedang Diajukan 
e-ISBN : Sedang Diajukan 

Kertas: Bookpaper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 282 Halaman

SINOPSIS 

 Kata orang, cinta itu butuh perjuangan, dan sekarang biarkan Khai memperjuangkan cintanya. Orang gila mana yang mau menerobos hujan hanya demi menjemput gadisnya tepat waktu? Tentu saja hanya seorang Khairell Alkana. Laki-laki dua puluh satu tahun itu bahkan tak peduli dengan bajunya yang sudah basah kuyup. Tujuannya kini hanya satu, Anindhira Maharani.

Khai memarkirkan motornya di depan kafe, tempat di mana Anin dan teman-temannya mengerjakan tugas. Dua jam yang lalu gadis itu meminta untuk dijemput tepat pukul empat sore, dan sekarang jarum jam baru menunjukkan pukul 15.50. Khai menghela napas lega, karena ia tak terlambat menjemput gadisnya.

Anin

Aku udah di depan

Kamu kalo udah selesai langsung keluar aja ya

Maaf, aku nggak bisa masuk, soalnya basah

Nggak usah buru-buru

Aku tungguin


“KHAI,” panggil seseorang membuat si pemilik nama mendongak. Ia menemukan Chintya, gadis yang cukup dekat dengan kekasihnya.

“Jemput Anin?” tanya Chintya.

Khai mengangguk. “Udah selesai ngerjain tugasnya?” Khai balik bertanya.

“Udah, dari setengah jam yang lalu. Anin juga udah pulang sama Dena, nggak bilang?”

God, lagi dan lagi gadis itu menyepelekan janjinya sendiri.

Tak ada yang bisa Khai lakukan selain tersenyum membalas perkataan lawan bicaranya. Rasa sabar dan cintanya lebih besar dari perasaan marah dan kecewa. Lagi pula, ini bukan kali pertama Khai kecewa karena gadisnya.

“It’s okay! It’s not the first time.”

Khai simpan kembali jas hujan yang tadi sudah ia siapkan untuk Anindhira. Ia sengaja tak memakainya, sebab, jas hujan itu hanya ada satu dan akan ia berikan kepada Anin. Berhubung dirinya sudah terlanjur basah kuyup, jadi ia lanjutkan saja perjalanannya sambil hujan-hujanan.

Bukan rumahnya, bukan pula rumah Anin, tujuan Khai kini hanya satu, yaitu POS 911. Gubuk sederhana yang sudah ia anggap seperti rumah keduanya.

Anin

Khai, maaf

Aku udah pulang


Dunia Khai hanyalah Anin, tetapi dunia Anin bukan hanya Khai.

“We are not the same! I treat you as a priority, and you treat me as an option.”

***

Windi Sulistriani ; Aloisiatherin ; Rahmanida 

Penulis