Deskripsi
Penulis: Nur Aisyah Kamila
ISBN: Sedang Diajukan
Kertas: Book Paper 55 Gram
Ukuran: 13 x 19 cm / Doff
Jumlah Hal: BW 280 Halaman
"Jangan sampe pingsan aja lo pas ngeliat Pak Alpha!"
Benar rasanya Kaylie ingin pingsan detik ini juga saat berhadapan dengan seorang lelaki berbadan tegap yang tengah menyilangkan kedua tangannya. Bukan perkara betapa tampannya wajah lelaki berusia 27 tahun itu untuk dipandang, melainkan karena Kaylie tak siap untuk diceramahi pagi-pagi oleh dosen baru yang katanya dingin dan galak itu.
"Satu menit lewat lima puluh sembilan detik kamu membuang waktu berharga saya, Kaylie." Suaranya berhasil mematikan tubuh Kaylie tanpa senjata.
"Ma-maa—"
"Ini pertama kalinya pertemuan saya di kelas kamu, dan apa kamu mau ini jadi pertemuan pertama dan terakhir kamu di mata kuliah saya?"
Secara tidak langsung, dosen itu menanyakan tentang pemberhentian Kaylie untuk tak mengikuti mata kuliahnya bersama sang dosen di semester dua. Kepala Kaylie terus menunduk dengan gelengan pelan. "Saya minta maaf, Pak. Saya gak bermaksud terlambat di jam kuliah Bapak, tadi motor saya kecebur selokan dulu makanya—"
"Banyak alasan! Mahasiswi seperti kamu sudah seharusnya bisa membagi waktu buat disiplin agar tidak telat masuk kelas. Sudah besar, nggak perlu disuapin lagi." Semprotan panas menerpa indra pendengaran Kaylie. "Banyak orang di luar sana yang ingin jadi mahasiswa di sini, duduk bersama teman-teman kamu yang lain demi mendapat ilmu. Tapi, kamu? Memasang alarm aja tidak bisa, apalagi mengelola data bisnis di Indonesia?" Bertubi-tubi serangan dahsyat dilemparkan oleh Alpha, dosen yang memiliki aura begitu dingin bagaikan monster bagi Kaylie.
Gak pengertian banget, sih. Motor gue keserempet emak-emak bonceng lima anaknya tadi, batin Kaylie.
Namun, Kaylie pun membenarkan ucapan dosen baru di kelasnya itu. Mau bagaimanapun, tentunya sebagai seorang pengajar pasti tidak mau tahu akan urusan pribadi yang menimpa mahasiswa mereka.
Kaylie menundukkan kepala. "Saya minta maaf, Pak. Saya janji gak akan terlambat lagi di jam mata kuliah Bapak berikutnya."
Alpha melangkahkan kakinya untuk mendekat dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celana. Tatapannya menyorot lurus pada Kaylie, membuat gadis itu takut.
"Kalau kamu ingkar janji, mau bagaimana?"
"Lakuin apa pun ke saya, deh, Pak. Bebas."
Lelaki itu berdeham dan membuka pintu kelas. "Masuk kelas."
Nur Aisyah Kamila
Penulis





