KETOS GALAK
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: R.SARAS 
ISBN: Sedang diajukan

Kertas: Bookpaper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 282 Halaman

PROLOG 

Tiga tahun berlalu pasca kepergian ibunya. Aera Atmaja Lucasta, tidak lagi bergantung atas hadirnya seorang Ibu di hidupnya. Ia dituntut mandiri akan kerasnya dunia dan pahitnya realita untuk tumbuh menjadi anak remaja. Banyak perubahan besar pada diri gadis berusia 16 tahun itu, terutama pada kepribadiannya. Hidupnya seperti berjalan kaki tanpa menggunakan alas apa pun, semakin lama semakin terasa sakitnya.

Ibunya pergi di saat umur Aera berusia 14 tahun. Meninggal kerena kecelakaan beruntun. Aera tidak menangis saat mendengar berita itu, tapi semuanya terasa kosong dan hampa. Ia tidak bisa merasakan apa-apa setelahnya. Ketika akhirnya ibunya dimakamkan, baru tangisannya pecah dan itu tidak berhenti setiap malamnya.

Nyatanya semua orang akan pergi, kan? Namun, bagi Aera hari kepergian ibunya datang terlalu cepat. Aera kehilangan pelitanya, membuatnya cenderung menjadi pribadi yang sulit mengatur perasaannya sendiri, sampai-sampai ia berpikir bahwa kepergian ibu nya adalah kesalahannya.

Aera menghabiskan masa-masa terakhirnya SMP-nya di rumah sang Nenek, itu membuatnya merindukan kenangan bersama kedua orang tuanya di rumah lama mereka. Dan, tentu saja, ia merindukan kehadiran seorang Ibu di dalam kesehariannya. Aera merasa dunia tidak berpihak padanya,  rasanya begitu pahit untuk menerima kenyataan yang dijalani.

Hari ini Aera dan Papa pindah kerumah mereka dulu. Mereka berencana kembali membangun rumah yang tadinya sempat menjadi tempat teraman dan ternyaman, saling melengkapi walaupun keduanya sama-sama tahu kalau hidup mereka tidak akan pernah lengkap lagi.

“Biar Papa aja yang beresin, ya, kamu istirahat langsung aja sana ke kamar,” tutur Papa yang kini sibuk mengangkut koper baju ke dalam rumah.

“Pa, pasti Mama seneng kita balik lagi kerumah ini,” jelasnya, senyuman itu tampak palsu setelah menginjakan kaki kembali kerumah setelah hampir satu tahun lebih tidak dihuni, 

***

R.SARAS

Penulis