BROKE MY RULES
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Nazhifa Ishmah Santoso (ZHITARA)
ISBN: Sedang Diajukan 
e-ISBN : Sedang Diajukan 

Kertas: Bookpaper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 382 Halaman

PROLOG
 

“Jalanin hubungan sama yang seumuran emang begitu, rasanya kayak lagi dikejar-kejar. Makin bingung lagi kalau umurnya udah sama-sama nyentuh umur pernikahan. Antara mimpi diri sendiri dan mimpi berdua, salah satunya harus ada yang dikorbanin.”

Gemerlap lampu kelab sesekali menyorot wajah Kala, sahabatnya yang malam ini kembali bersedia meluangkan waktu untuk menemaninya melewati fase kehidupan usai diputuskan dan akan ditinggal menikah oleh sang mantan, Rama.

Aine hanya diam, memilih untuk meneguk habis cairan Vodka dalam gelasnya yang kesekian malam ini. Perempuan dengan gaun hitam yang menampilkan lekuk tubuh indahnya itu diam-diam tak sepenuhnya menyetujui ucapan Kala.

Usia pernikahan? Aine tertawa dalam hati. Usianya dan Rama bahkan masih menginjak angka dua puluh tiga tahun. Angka yang menurut Aine baru berupa pintu dari kehidupan dewasa, bahkan Rama sendiri yang berucap pada Aine bahwa mereka lebih baik fokus menggapai mimpi masing-masing terlebih dahulu sebelum melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan.

Nyatanya, kalimat yang dulu dianggap Aine sebagai bentuk perhatian Rama hanya berakhir sebagai omong kosong semata. Satu bulan setelah memutuskan hubungan mereka secara sepihak, Rama justru dengan santai membagikan undangan pertunangan dengan kekasih barunya di grup angkatan.

Perempuan itu menaruh gelasnya yang sudah kosong di meja dan menyandarkan tubuhnya dengan santai pada sandaran bar stool-nya sebelum mengembuskan napas secara kasar. “Nggak selalu soal umur sih. Singkatnya ya... men are trash aja. That’s it.”

Kala memutar bola matanya mendengar kalimat yang keluar dari mulut Aine. Dalam hati perempuan itu mengutuk Rama sejadi-jadinya. Padahal, Rama tahu watak Aine yang keras dan sulit percaya akan cinta dan semuanya sudah mulai berubah perlahan sejak kehadiran Rama di kehidupannya, namun Rama justru menjadi orang yang menghancurkan apa yang sudah berhasil dibuatnya sendiri. Entahlah, Kala juga tak sanggup membayangkan akan seberapa tinggi tingkat trust issue yang akan dialami Aine setelah ini.

“Mungkin lo harus coba sama cowok yang lebih tua? Atau coba dateng ke agenda perjodohan yang suka nyokap lo buat tiba-tiba?” usul Kala mengingat setelah putusnya hubungan Rama dan Aine, Mamanya beberapa kali mengadakan agenda perjodohan yang selalu ditolak mentah-mentah oleh perempuan itu.

Aine mengernyit, tak tertarik sama sekali dengan ide yang sahabatnya berikan. 

“Lo kan tau sendiri prinsip percintaan gue—”

Dengan cepat Kala memotong. “Ya, ya, ya. Jangan sama yang lebih tua dan jangan sama klien sendiri.”

Aine menjetikkan jarinya dan tersenyum bangga. “Nah! Tuh tau.”

“Tapi, Ne, kalau misalnya ternyata jodoh lo emang cowok yang lebih tua gimana? Lagian ya, sometimes older men are more attractive than boys our age tau.” Telunjuk Kala mengarah pada meja DJ yang kini dikerumuni banyak orang, membawa pandangan Aine jatuh pada sosok pria tinggi dengan tato di lengan kirinya yang sedang asyik memainkan alat DJ-nya tanpa memedulikan keramaian di sekitarnya. “Tuh, kalau ternyata jodoh lo se-oke Mas-Mas DJ itu gimana? Mantep banget kan, Ne?”

Aine memutar bola matanya mendengar ucapan konyol yang keluar dari mulut sahabatnya. “Amit-amit.” 

***

Nazhifa Ishmah Santoso (ZHITARA)

Penulis