BIMALARA CINTA 2
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Melsanda Oktaviani  

ISBN: Sedang Diajukan 
e-ISBN : Sedang Diajukan 

Kertas: Bookpaper 52 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 322 Halaman

SINOPSIS 

“Menikahlah denganku, Anatari,” ucap seorang lelaki dengan tatapan penuh harap.

“Tidak bisa. Hidupku sepenuhnya untuk Bashar. Terlebih, cintaku hanya untuk mendiang Baya, tidak untuk lelaki yang lainnya.”

“Apa kamu yakin? Bashar pasti membutuhkan seorang Ayah setelah Baya pergi. Bukankah Baya mengizinkan kamu untuk menikah kembali?”

Dari banyaknya pinangan, mengapa harus lelaki yang ada di hadapannya saat ini? Wanita itu memundurkan langkahnya. Ada banyak keraguan dalam hatinya. Perasaan kecewa meluap-luap dalam dirinya. Wanita berusia 27 tahun itu enggan menjawab pertanyaan terakhir.

Menjadi janda di usia muda tentu tidak mudah. Mengingat nasibnya ini, memunculkan perasaan sesak. Anatari Bimalara tidak sanggup membayangkan menikah kembali dengan orang selain Baya. Walaupun, memang pada awalnya pernikahan dirinya dengan mendiang Baya hanya sebatas simbiosis mutualisme demi mempertahankan hidup, Anatari tidak munafik bahwa ia sangat mencintai Baya. 

Anatari berusaha menetralkan perasaan. Netranya memandang lurus wajah lelaki itu. Lelaki yang dahulu pernah terlibat hubungan asmara dengannya, cinta pertama Anatari. Lelaki yang sempat menjadi duri dalam rumah tangganya bersama Baya. 

“Jika kamu belum siap menjawab, aku akan selalu menantikan hari itu,” ujar lelaki itu tidak putus asa.

Tegas di wajahnya menambah wibawa. Aroma musk tercium, hidung bangirnya terlihat indah, mata setajam elang berwarna cokelat terang menambah ketampanannya. Dari segi fisik memang tidak kurang, Anatari akui itu. Terlebih Gandratama Fathian telah mualaf. Ia juga seorang pemilik agensi besar di tanah air, BM Entertainment. Pun sudah tujuh tahun menjadi donatur terbesar di pesantren Al-Izhar, milik ayah mendiang suaminya.

“Jawabanku tetap sama, aku tidak bisa.”

***

Melsanda Oktaviani 

Penulis