Deskripsi
Penulis: M. Atiatul Muqtadir feat. Miftah Farid M.
ISBN: 978-623-6619-21-6
Kertas: Bookpaper 52 Gram
Ukuran: 13 x 19 cm / Doff
Jumlah Hal: BW 220 Halaman
Harga: Rp89.500,-
Sinopsis
Kehidupan bagaikan samudera nan luas. Manusia bak pengembara yang mengarunginya. Badai adalah ujian pada setiap perjalanan.
Ketika badai datang menerjang, kita tak bisa menghindar. Jalan satu-satunya adalah mencoba untuk berdamai dengannya. Bukan untuk menyerah pasrah, tapi justru untuk bersiap diri agar tak kalah.
Buku ini adalah catatan ringan yang kami harapkan dapat menghangatkan jiwa, mengembalikan ketenangan, dan menjadi penguat kala mengarungi badai kehidupan.
***
“Berdamai dengan Badai adalah bersyukur tanpa tapi, sabar tak bertepi, menerima diri, hidup dengan penuh arti, berhenti mengejar gengsi duniawi, dan yang paling penting adalah berserah kepada Ilahi.”
M. Atiatul Muqtadir feat. Miftah Farid M.
M. Atiatul Muqtadir atau lebih akrab disapa Fathur, lahir di Palembang, 1 Agustus 1998. Fathur tercatat sebagai mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan mengambil Pendidikan Kedokteran Gigi. Sejak SD hingga SMP, Fathur menjalani pendidikan di lingkungan Islam. Ia pun dikenal sebagai sosok Qur’an reciter dan memiliki akun YouTube berisi video-video mengajinya.
Ia aktif di berbagai kegiatan sosial, leadership, dan organisasi, salah satunya Dentistry Moeslem Tutorial sebagai mentor. Tahun 2017 sebagai Ketua BEM FKG UGM, 2018 sebagai Ketua DPM FKG UGM, dan tahun 2019 sebagai Presiden Mahasiswa BEM KM UGM. Ia juga pernah menjadi delegasi Indonesia pada AUN and ASEAN+3 Educational Forum and Young Speakers Contest di Chiangmai, Thailand. Saat ini ia juga sebagai penerima manfaat beasiswa aktivis nusantara, Dompet Dhuafa.
Ketertarikan Fathur juga tumbuh pada dunia politik. Ia memiliki pandangan-pandangan tersendiri terhadap politik dengan berpegangan pada ketentuan-ketentuan Islam. Hal itu terlihat dari berbagai pendapatnya mengenai gejolak politik Indonesia baik di media nasional maupun media sosialnya.
Ia memiliki visi dan cita-cita menjadi anugerah untuk keluarga, agama, bangsa, dan negara, salah satunya melalui buku pertamanya ini: Kaum Rebahan Beri Perubahan.
“Tuhan telah menciptakan kita dengan berbagai kekurangan dan kelebihan, bukan untuk baperan, tapi untuk berperan!”
Fathur telah menerbitkan buku pertamanya bersama Penerbit Bhumi Anoma yang berjudul Kaum Rebahan Beri Perubahan.
***
Miftah Farid Mahardika atau lebih dikenal sebagai Miftah, lahir di Wonosobo, 2 Februari 1997. Saat ini ia sedang menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada di Departemen Politik dan Pemerintahan.
Miftah aktif di berbagai kegiatan sosial, penelitian, dan organisasi. Tahun 2018, Miftah menjadi Ketua Student Research and Creative Corner (SRCC) Fisipol UGM. Kemudian, pada tahun 2019, ia menjadi Menteri Kajian Strategis BEM KM UGM 2019 Kabinet Energi Milenial. Selama beramanah di BEM KM UGM 2019, Miftah berperan dalam penulisan kajian akademik dan perencanaan strategi gerakan. Pada tahun 2019 pula, Miftah mendapatkan mendali perak pada Ajang PIMNAS 32 kategori presentasi Penelitian Sosial Humaniora.
Miftah memiliki hobi menulis renungan harian dan cerita-cerita fiksi. Selain itu, selama kuliah, ia juga tumbuh di lingkungan yang islami. Miftah pernah mendapatkan beasiswa Tahfiz Qur’an for Leaders dari PPPA Darul Qur’an dan menjadi Mahasantri di Rumah Tahfidz Assalam Yogyakarta. Setelah itu, ia mendapatkan kesempatan belajar Al-Qur’an di Asrama Inisiatif Beasiswa Tahfidz Qur’an IZI.
Salah satu cita-cita Miftah adalah menjadi penulis.
Berdamai dengan Badai—buku pertamanya yang ditulis bersama Fathur—menjadi langkah awal baginya untuk lebih mendalami dunia kepenulisan.





