Deskripsi
Penulis: Syiva Yulia
ISBN: Sedang Diajukan
e-ISBN : Sedang Diajukan
Kertas: Bookpaper 52 Gram
Ukuran: 13 x 19 cm / Doff
Jumlah Hal: BW 282 Halaman
SINOPSIS
Hari ini adalah hari terakhir kelas XII menginjakkan kaki di Magnolia High School karena besok mereka sudah akan diwisuda. Suasana di kelas sangat ramai, siswa-siswi memanfaatkan waktu mengobrol dan bersanda gurau sebelum mereka berpencar ke perguruan tinggi negeri pilihan masing-masing.
Pintu kelas terbuka, menampilkan gadis berseragam SMA dengan rambut dikuncir kuda. Beberapa helai rambutnya yang terurai membuat dirinya terlihat lebih cantik. Saat masuk kelas, matanya langsung tertuju pada satu objek. Laki-laki yang sedang duduk di meja sembari mengobrol dengan beberapa temannya.
“Lo keterima di kampus yang sama kayak gue?” tanya Clarissa seraya menghampiri sahabatnya, membuat laki-laki itu berhenti mengobrol dan menoleh ke arah Clarissa. “Dari sekian banyaknya manusia, kenapa dari masa putih biru sampai kuliah, gue ketemunya lo lagi?” Gadis itu berdecak. “Bosen. Lo pasti bosen juga, kan?” sambungnya sambil ikut duduk di sebelah Althan.
“Nggak, tuh,” jawab laki-laki itu singkat.
“Nggak karena lo hobi gangguin gue!” Clarissa nge-gas dan memukul paha sahabatnya sejak SMP itu, membuat Althan langsung mengusap-usap pahanya menahan perih.
Tabokannya bukan maen!
Tak lama, Clarissa beralih merogoh kantong baju, rok, dan mengobrak-abrik tasnya. “Anjir, kok nggak ada, ya, Than?!”
“Nyari apaan, sih?” Althan mengerutkan dahi.
“Duit gue nggak ada. Laper gue, pengen ke kantin,” jawabnya masih berusaha mencari di sela-sela kantong tas miliknya.
Tanpa banyak bicara, laki-laki itu meraih tangan Clarissa dan menariknya keluar kelas. “Ayo jajan pake duit gue aja.”
Clarissa sedikit kaget dan kakinya terpaksa mengikuti langkah Althan. Dilihatnya sahabat kecilnya itu dari samping dengan ekspresi bahagia. “Asli, nih? Gue nggak usah ganti duit lo, ya?!”
“Iya, santai.”
“Eh, lo tau nggak?” Clarissa sedikit berjinjit untuk mendekatkan bibirnya ke telinga Althan. Gadis itu berbisik, “lo tau Ghina sahabatnya Kevano? Mereka lagi diem-dieman, tau. Katanya gara-gara Kevano ternyata suka sama Ghina.”
Althan mengangguk-angguk. “Emang sahabatan cewek-cowok itu nggak mungkin kalau salah satunya nggak ada yang naruh perasaan, Ra.”
“Tapi buktinya kita bisa, Than,” balas Clarissa spontan.
Bukan kita, tapi lo.
***
Syiva Yulia
Penulis






