Deskripsi
Penulis: Rome @LOMLLIPAI
ISBN: Sedang diajukan
Kertas: Bookpaper 52 Gram
Ukuran: 13 x 19 cm / Doff
Jumlah Hal: BW 322 Halaman
PROLOG
Beberapa kelompok siswa sedang berkumpul seraya bercanda gurau di kelas XII MIPA 2. Kebetulan guru pelajaran saat ini tidak masuk, membuat kelas menjadi begitu berisik dan rusuh. Di pojok sebelah kanan, empat orang laki-laki dan seorang perempuan sedang heboh bermain game Truth or Dare.
“Lo kena, Del!” seru salah satu laki-laki yang nampak antusias saat akhirnya si perempuan mendapatkan gilirannya. Pasalnya, sejak tadi perempuan itu selalu lolos membuat keempat laki-laki yang selalu kena ini, jadi gregetan dan gemas sendiri.
“Truth or dare?” tanya Rio Mahendra, laki-laki yang terkenal dengan kemampuannya dalam bidang komputer dan informasi. Walaupun laki-laki itu masih berada di bangku sekolah, kemampuannya tidak perlu diragukan lagi. Hal itu didukung oleh keluarganya yang bergelut di bidang Information Technology. Ayahnya seorang dosen dan keluarganya memiliki bisnis di bidang teknologi.
Adelia Anjani—satu-satunya perempuan yang ada di antara mereka berdecak. Sebenarnya dia malas bermain game ini karena tidak mau termakan jebakan teman-temannya yang kadang-kadang membuatnya kesal. Apalagi, mereka sering bertanya hal-hal yang aneh, seperti ‘siapa di antara mereka yang Adel sukai?’.
“Dare.”
Maka dari itu, dia memilih tantangan.
“Tapi gak usah yang macem-macem,” sambung Adel skeptis.
Rio memandang satu per satu teman laki-lakinya. Mereka semua memberikan kode yang sama. Melihat itu, Rio tentu saja tahu apa yang dipikirkan ketiga temannya. Fyi, satu fakta terkait Adelia Anjani adalah, dia perempuan yang tidak pernah meng-upload fotonya di media sosial. Seperti yang diketahui, remaja zaman sekarang sudah tidak asing lagi dengan yang namanya narsis di dunia maya, apalagi kaum hawa.
Sementara Adel malah bertolak belakang. Dia merasa tidak cukup percaya diri meski pada kenyataannya paras Adel bisa dibilang sangat cantik. Hal itu membuatnya menjadi bahan pembicaraan di sekolah karena mereka penasaran kenapa perempuan secantik Adel enggan sekali untuk mem-posting dirinya. Bahkan, Adel juga tidak aktif bermain media sosial sehingga mampu mengundang orang-orang untuk mencari tahu dirinya lebih dalam.
“Dare-nya…, lo posting foto di semua akun medsos yang lo punya,” ucap Rio setelah terdiam beberapa saat.
***
Rome @LOMLLIPAI
Penulis






