DESTINY WHISPERED YOUR NAME – HARDCOVER
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: INDAH NUR AINI (INDAH AINI)
ISBN: Sedang Diajukan 
e-ISBN : Sedang Diajukan 

Kertas: Bookpaper 55 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 402 Halaman

PROLOG

“It took you five fucking months to figure out you can’t handle a relationship?” Kekehan tipis keluar dari bibirnya, sarat akan nada sarkas. “What the hell is wrong with you?” Laki-laki itu menatap lawan bicaranya dengan tatapan tidak percaya.

Karina mengangguk, “I don’t have time for that. Or maybe… let’s just say you’re not the one.”

Laki-laki mendengkus kasar. “Guess someone else has your attention now.”

Tawa kecil lolos dari bibir Karina, lalu perempuan itu menggeleng pelan.

So what was the point of the five months we spent together?” tanya laki-laki itu dengan nada rendah.

Karina menyelipkan sebagian rambutnya di belakang telinga. “I thought it was obvious we were just friends, I never promised you anything. Notice how I never talked about us being in a relationship for the last five months? You’re the one who kept turning this into something romantic. I never did.”

Then why did you make it seem like there was something more?”

Karina memiringkan sedikit kepalanya. “Like what?” Pandangannya ikut turun ketika tatapan laki-laki di hadapannya tertuju pada beberapa sajian yang tertata rapi di meja mereka

“Why did you always say yes whenever I asked you out?”

Ah…, this fancy dinner?” Karina mengangguk mengerti, “My life was boring. I was just enjoying my time with you. As a friend. Don’t make it into something bigger,” jawab Karina santai. Bahkan, terlalu santai dibandingkan dengan lawan bicaranya yang terlihat berusaha menahan amarah.

“Ambil lagi cincinnya. Nggak akan gue terima,” ujar Karina sambil melirik kotak cincin yang ada di meja. Kotak beludru merah yang beberapa menit lalu disodorkan di depannya, tetapi tidak ia sentuh sama sekali.

Hening beberapa saat sebelum laki-laki itu melontarkan kalimat yang tidak pernah Karina duga sebelumnya.

“Karina… kalau kehidupan lain itu ada,” Suara itu terdengar tajam, tertahan di antara emosi yang nyaris meluap, “Aku harap kamu merasakan bagaimana terkurasnya energi kamu mengejar dan menunggu seseorang yang bahkan tidak melirik ke arah kamu seperti apa yang aku rasakan sekarang.”

***

INDAH NUR AINI (INDAH AINI)

Penulis