2,578.0 KM Special Edition
Buy This Book

Deskripsi

Penulis: Ayu Nugraheni

ISBN: Sedang diajukan

Kertas: Bookpaper 55 Gram

Ukuran: 13 x 19 cm / Doff

Jumlah Hal: BW 320 Halaman

Harga: -

Sinopsis

Juni lupa kalau bis memiliki AC — yang subsequently membuat udara di dalam transportasi itu jauh lebih dingin daripada udara di luar. Jadi ketika dia menaiki tangga bis dan berjalan ke arah bangku kosong di belakang, dia mencengkram cardigan tipisnya dengan tangan dan memeluk dirinya sendiri—shielding herself from the cold. Bangku yang kosong ada di tengah-tengah bis, di belakang keluarga yang beranggotakan 4 orang, kedua orang tua dan sepasang anak mereka. Dia menghempaskan badan ke kursi kulit itu dan menaruh tasnya di ruangan kosong di sebelahnya.
Beberapa saat kemudian, ketika dia sedang sibuk menyortir foto-foto yang dia ambil ke album-album yang berbeda, ada tas yang ditaruh pas di atas tas miliknya dan pergeseran dua benda itu agar dapat memberi ruang kepada si pemilik tas ransel berwarna hitam.
Juni melihat ke atas, ke Elio yang sedang sibuk menaruh duffel bag-nya di kompartemen di atas sebelum duduk di sebelahnya beberapa detik kemudian.
This seat taken?” dia bertanya — padahal dia sudah menghempaskan diri di kursi itu, melepas jaket hijau miliknya dan meletakannya di atas pangkuannya.
Well, it is now.” Juni menjawab, menyenderkan badannya ke arah jendela—melihat Elio yang masih sibuk sendiri, mengeluarkan sordough bread besar dari ransel miliknya.
Laki-laki itu lalu merobek roti itu menjadi dua, memberikan setengahnya kepada Juni yang terheran-heran. “Nih, roti.”
“Kan tadi barusan abis makan,” bis itu bahkan belum mulai berjalan keluar dari kota Paris— di mana rombongan tur baru saja selesai makan malam di salah satu restoran yang tergolong sedikit lebih mahal dari biasanya. But then again, semua restoran di negara itu tergolong mahal.
Elio memasukkan satu suap sourdough bread ke dalam mulutnya, tidak menghiraukan ujaran Juni, “Entar nyesel lo di Barcelona gak ada roti.”
“Mana ada?” Juni tertawa, menatap ke arah laki-laki di sebelahnya yang masih sibuk mengunyah roti yang dia baru beli dari boulangerie di sebelah restoran tadi.
“Ya, mungkin ada tapi gak seenak yang di Paris.” Elio menjawab.
.
***

Ayu Nugraheni

Ayu lahir di Pontianak pada tanggal 27 Januari 2001. Ia lalu pindah ke Tangerang Selatan di mana ia dibesarkan selama kurang lebih 18 tahun. Sekarang, kesibukannya mencakup menjadi mahasiswa akuntansi di Universitas Gadjah Mada, mengurus acara-acara jurusan, dan menulis alternate universes untuk laki-laki Kpop saat waktu luangnya.